CEO Notes 28 Jan 2019

Bosan, Bete, Males, Benci … Setiap Senin, harus beranjak kembali dari nyamannya rumah menuju ke kantor, menghadapi padatnya lalu lintas, sesaknya angkutan umum, panjangnya jalan yang basah oleh hujan semalam.

Siapa sih yang nggak merasakan hal tersebut ? siapa sih yang ga ingin rasanya duduk nyaman di rumah ? Berapa banyak buku motivasi yang harus kubaca, berapa banyak video youtube dengan judul “inspirational” harus dihabiskan untuk sekedar menggerakan ujung jari kaki untuk melangkah ?

Dikala seperti ini, saya selalu teringat perjalanan panjang 13 tahun lalu silam, ketika perusahaan pertamaku menuju kehancuran, bagai pesawat yang autopilot menabrak gunung, kebodohan dan keegoan seorang bocah yang tidak siap, memegang kemudi dan komando perusahaan.

Saat proyek bernilai miliaran mengalir ke perusahaan, justru itulah saat – saat yang paling menyulitkan, ketika kudeta dan pengkhianatan, pencurian hingga pembunuhan karakter menjadi bagian keseharian kehidupan kantor. Ketika kita berada di titik terendah itu pulalah, kita selalu bisa menemukan kebenaran yang sejati…

ketika para pemegang saham duduk dengan muka emosi di starbucks Puri Indah mall, mencabut semua kepercayaan, mencaci dan mengancam menutup perusahaan…

ketika para sahabat palsu, penjilat dan si muka dua akhirnya menunjukan wajah aslinya, berpaling dan pergi mengambil seribu langkah.

ketika para vampir, merasa telah menghisap habis darah semangatmu, dengan segala kenegatifannnya hingga dirimu tak tersisa sedikitpun semangatmu, mereka pun terbang pergi.

ketika para pecundang, pencari rasa aman, nyaman dan penakut bertopeng logika. Menghasut yang lain untuk melarikan diri, resign ! menyelamatkan diri dari ancaman… dengan ribuan alasan dan justifikasi yang terdengar indah dan logis.

Maka saat itulah, yang tersisa adalah mereka yang sesungguhnya mereka yang bita sebut Saudara Seperjuanganku, duduk diam tak lebih dari 4 orang kala itu, yang siap menyelesaikan misi, siap untuk memenangkan perang. Yang dengan cepat 4 orang berubah menjadi 20 orang lebih, menjadi 30 orang lebih …. yang akhirnya kita menyelesaikan semua proyek software development dengan baik dan bertanggung jawab kala itu. Misi diselesaikan, Perusahaan diselamatkan …

Begitupula kejadian itu sejalan dengan yang diajarkan oleh Guruku, mentorku, “Berjuanglah untuk mereka yang mempercayaimu !, mereka yang siap berjalan bersama tak peduli apapun resiko didepan, untuk menyelesaikan misi” … 

Jadikanlah itu energi yang menggerakan kakimu melangkah maju , mungkin diseminggu kedepan ini lagi. Sobat2 EMC yang baik, ingatlah di dalam diri kita, selalu ada mereka yang mempercayaimu, mereka yang tulus membelamu apapun kondisimu….

Mungkin dia adalah putramu di rumah, yang selalu menganggap ayahnya di kantor sebagai superhero…

Mungkin dia adalah istrimu/suamimu di rumah, yang selalu percaya dalam hati mereka betapa keras kerja pasangan hidupnya untuk menghidupi api tungku dapur rumahnya ….

Mungkin dia adalah orang tuamu, yang tidak lelah membanggakan dirimu di seluruh tetangganya di kampung halaman.

Mungkin dia adalah seorang staf tak berjabatan, seorang ob, seorang sopir, seorang satpam … yang berkata akan mengikuti dan mendukungmu …

Siapapun dia, berjuanglah untuk mereka di kantor.  Karena cerita hidupmu tidak pernah hanya tentang dirimu sendiri, kisahmu tidak pernah selemah pengecut yang jatuh hanya karena satu omelan, satu gosip, satu kritikan, satu kesalahan, satu kekalahan, satu perasaan iri, satu perasaan lemah, satu kegagalan saja …

tetapi ini adalah kisah besar yang sudah digambarkan dengan indah dari YME untukmu … Kisah yang harus diperjuangkan, yang harus bangkit lagi dan lagi, dibakar dan dikobarkan lagi dan lagi ….

inilah hidup semestinya menyala … Urip Iku Urup !

Bersemangatlah !! karena misi harus dituntaskan ! Perang Harus dimenangkan !! 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *